Uncategorized

MENGENAL MODUS KEJAHATAN MAFIA ASURANSI

Perusahaan asuransi jiwa menanggung resiko nasabahnya ,sekaligus merupakan sasaran empuk para Mafia Asuransi yang sengaja ingin mengeruk keuntungan finansial dalam jumlah besar secara ilegal dengan berbagai modus operandi.

Kejahatan asuransi sejak lama sudah ada dan terjadi di Indonesia dan berbagai belahan dunia. Perkembangannya terus naik seiring perkembangan industri asuransi.

Kejahatan asuransi yang umumnya terjadi di industri asuransi jiwa :

  • Insurance Fraud (Kejahatan Penipuan / kecurangan asuransi)
  • Money Laundering (Pencucuian Uang Kejahatan)

Pelaku kejahatan asuransi ini bisa di lakukan oleh :

  • Perorangan ( nasabahnya sendiri)
  • Kelompok orang , misal nasabah kerja sama dengan dokter, staf RS ,pihak hukum atau aparat pemerintah dll
  • Instansi : Perusahaan asuransi , Rumah Sakit ,Klinik, perusahaan umum dll

Undang-undang kejahatan asuransi..

Terkait dengan kejahatan asuransi, ada beberapa pasal Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang biasa digunakan untuk mempidanakan para pelaku relevan dengan tindakan yang telah mereka lakukan :

  • Pasal 378 “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri  atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam dengan penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun”
  • Pasal 381 ”Barang siapa dengan jalan tipu muslihat menyesatkan penanggung asuransi mengenai keadaan-keadaan yang berhubungan dengan pertanggungan sehingga disetujui perjanjian, hal mana tentu tidak akan disetujuinya atau setidak-tidaknya dengan syarat-syarat yang demikian, jika diketahuinya keadaan-keadaan sebenarnya, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan”
  • Pasal 382 “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atas kerugian penanggung asuransi atau pemegang bodemerij yang sah, menimbulkan kebakaran atau ledakan pada suatu barang yang dipertanggungkan terhadap bahaya kebakaran , atau mengaramkan, mendamparkan, menghancurkan, merusakkan atau membikin tidak bisa dipakai, kapal yang dipertanggungkan atau yang muatannya maupun upah yang akan diterima untuk pengangkutan muatannya yang dipertanggungkan, ataupun yang atasnya telah diterima uang boderij diancam dengan pidana paling lama lima tahun”

I . Kejahatan asuransi  Insurance Fraud (Penipuan / Kecurangan asuransi ) :

Adalah kejahatan penipuan atau kecurangan asuransi ,yaitu tindakan oleh orang atau kelompok yang secara sengaja untuk mendapatkan keuntungan finansial dari klaim asuransinya secara ilegal.

Umumnya Fraud ini terjadi di semua industri yaitu Asuransi Jiwa ,Kesehatan dan Asuransi Umum 

Dulu Insurance fraud hanya dilakukan oleh nasabah itu sendiri tanpa melibatkan pihak lain dan modusnya juga sangat sederhana.

Saat ini, sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi modus fraud sudah banyak berubah antara lain dengan  melibatkan sekelompok orang bahkan dengan sengaja memalsukan surat-surat yang dibuat oleh pihak berwenang.

Banyak contoh modus kejahatan kecurangan asuransi (insurance fraud ) antara lain :

>>> Seseorang (Pemegang polis / Pembayar Premi asuransi) yang menjadi ahli waris ,menyuruh orang lain secara sengaja untuk membunuh Tertanggung misalnya anak angkatnya atau karyawannya atau orang tuanya atau saudaranya dengan tujuan agar dia mendapatkan Uang Pertanggungan Jiwa dari kematian si Tertanggung dari perusahaan asuransinya.

>>> Sesorang (Nasabah) sengaja hanya ambil produk asuransi tertentu saja yang bisa di manfaatkan untuk “mengakali” uang klaim asuransinya. Produk ini biasanya adalah Hospital Cash Plan (HCP) yang bisa memberikan uang cash untuk penggantian biaya perawatan Rawat Inap .Kalau di Allianz nama produk HCP ini bernama  Flexicare Family . 

Kemudian si nasabah berpura-pura sakit atau sakit yang di ada-adakan sedemikian rupa dan memaksakan ke dokter (bisa juga bekerja sama) untuk di rawat di rumah sakit untuk waktu yang cukup lama dengan tujuan memperoleh uang klaimnya. 

Bayangkan bila si nasabah nakal ini punya produk HCP di 10 perusahaan asuransi berbeda. Misal HCP per hari 1 juta x 10 hari perawatan x 10 asuransi = 100 juta yg akan di peroleh.

Wow….bila dia berniat melakukan  modus ini  sebagai lahan cari uangnya ,bisa kaya dia walaupun uangnya haram.

Tapi tidaklah mungkin selamanya Insurance fraud  bisa mulus . Pasti suatu saat akan di tolak klaimnya atau malah bisa saja pihak asuransinya melaporkan / menuntut balik ke pihak kepolisian dengan tuduhan insurance fraud bila si nasabah menuntut klaimnya di tolak ..

>>> Seseorang (Pemegang Polis/Pembayar Premi) berkomplot dengan Tertanggung dan oknum penegak hukum membuat laporan palsu yg menyebutkan orang tsb hilang atau di anggap meninggal dunia dengan laporan dan dokumen palsu dengan tujuan mendapat Uang Pertanggungan Jiwa dari kematian palsunya.

Menyingkapi fraud atau kejahatan kecurangan asuransi ini ,pihak perusahaan asuransi tentu saja juga tidak tinggal diam, dan terus meningkatkan pengetatan sistem keamanan di dalamnya baik di sistem, manajemen, SDM dan faktor-faktor penunjang keamanan lainnya.

  • Itu juga sebabnya dalam beberapa kasus ,perusahaan asuransi akan menolak  klaim nasabah yang di anggap menyimpang atau tidak sesuai ketentuan.

Lalu bagaimana pihak asuransi bisa menentukan apakah nasabahnya melakukan fraud atau tidak..

Pihak asuransi tentu saja melakukan analisa dan investigasi tingkah laku orang (nasabah /Tertanggung) yang mengindikasikan melakukan insurance fraud” baik sebelum atau setelah terjadinya klaim kerugian antar lain :

1 .Biasanya menuntut keras agar supaya klaim dibayarkan secepatnya.

2 . Bersedia menerima penyelesaian klaim yang jauh di bawah nilai klaim sesuai dengan bukti-bukti yang diajukan.

3 . Melakukan Complain dan tuntutan yang terlalu prematur terkait dengan keterlambatan proses adjustment kerugian.

4 . Berperilaku sangat agresif, termasuk mudah sekali melontarkan kata-kata “tidak mempunyai niat baik” terhadap perusahaan asuransi. Misalnya menjelek-jelekkan nama asuransi di media sosial , media cetak ,elektronik dll secara fulgar atau memprovokasi orang lain untuk minta simpati masyarakat.

5 . Nasabah / tertanggung sulit di hubungi baik melalui telp atau media komunikasi lainnya atau menghilangkan diri tanpa jejak setelah memenangkan klaimnya.

6 . Tertanggung menangani “seluruh bisnisnya” sendiri, dalam artian dia tidak mendelegasikan kepada staf atau bawahannya walaupun dia memiliki orang-orang yang mempunyai kapabilitas melakukan hal tersebut.

7 . Mempunyai “claim record ” dengan pola yang sama berulang-ulang.

8 . Mempunyai produk asuransi yang sejenis di banyak perusahaan asuransi.

9 . Secara kebetulan pada saat terjadinya klaim Nasabah/Tertanggung dan anggota keluarganya tidak ada di tempat kejadian

10 . Melakukan pengaduan secara sporadis ke Lembaga Pembelaan Hukum, pihak berwajib dengan di bantu Kuasa Hukumnya yang juga provokativ dan agresif koar-koar di media masa , media sosial dll menjelek-jelekkan nama perusahaan asuransinya.

11 . Orang tsb (Nasabah/ Tertanggung) biasanya pernah di hukum atau berurusan dengan pihak kepolisian, entah itu tindak kejahatan perdata atau pidana kasus penipuan finansial.

II . Kejahatan asuransi Money Laundering 

Pencucian uang merupakan proses pengaburan asal-usul uang yang didapat dari kejahatan, seperti korupsi ,penjualan narkoba atau prostitusi dll.

Seiring dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, diharapkan laporan transaksi yang mencurigakan bisa lebih banyak.

Sejak pemerintah memperketat sistem pengawasan perbankan ,para pelaku praktek Pencucian Uang (Money Laundering) mengalihkan ke lembaga keuangan non bank seperti asuransi.

Dalam riset tipologi yang dilakukan PPATK pada semester I-2012 dengan fokus pada tipologi terkait tindak pidana korupsi dan pencucian uang disebutkan, ada lima instrumen yang biasa digunakan para koruptor. Kelimanya yakni rekening rupiah (35,1%), polis asuransi (13,8%), desposito (13,2%), dan valuta asing (9,2%).

Kenapa asuransi jiwa di jadikan sasaran empuk pencucian uang ?

Sebab, nilai pertanggungan dalam asuransi jiwa tidak dibatasi, sehingga cukup efektif mencuci uang dalam jumlah besar tanpa dicurigai

Seorang koruptor , bisa saja mengendapkan uang hasil korupsinya dalam bisnis asuransi jiwa, kemudian duit haram itu akan dicuci dengan modus mendapatkan jasa pertanggungan asuransi jiwa.

Indikator pencucian uang dalam asuransi antara lain :

1 . Premi yang dipertanggungkan sangat besar.

Saat ini sulit mendeteksi premi yang besar ini, kecuali dana ini ditransfer melalui lembaga perbankan. Sebab, kalau transaksi premi memakai mata uang dollar AS, maka dana premi sebesar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar bisa dilakukan tunai.

2 . Jangka waktu asuransi yang dipilih sangat singkat

Tidak seperti lazimnya nasabah lainnya yang menabung puluhan tahun. Misal yang bisa dicurigai adalah mereka yang tempo pertanggungannya hanya tiga tahun saja.

Jika bisa mengambil dana tersebut sewaktu-waktu, maka nasabah yang hanya mencuci uang dalam bisnis asuransi, akan segera melakukan tindakan pembatalan pertanggungan, atau dalam istilah asuransi jiwa disebut surender.

Misalnya, ada yang menutup asuransi sampai tiga tahun dengan pertanggungan Rp 5 miliar, dengan pembayaran tunai di depan atau pembayaran single.

Ternyata, baru berjalan dua atau tiga bulan, nasabah yang mencurigakan langsung menyatakan surender dengan menjual polisnya. Jika menunggu jatuh tempo bisa mendapatkan Rp 4,9 miliar, dengan mengambil tunai tanpa menunggu lama, sudah puas dengan Rp 4,7 miliar.

3 . Asuransinya mengandung unsur tabungan yang bisa di ambil sewaktu-waktu.

Artinya, uang hasil kejahatan yang di endapkan tersebut dapat ditarik kembali oleh setiap nasabah. Bahkan, bila perlu dalam polis ditegaskan pemilik uang bisa menarik dananya setiap waktu sesuai keinginan nasabah.

Lalu apakah pihak asuransi tinggal diam saja merespon berbagai modus tindak kejahatan asuransi ? 

Tentu saja tidak, setiap perusahaan asuransi tentu saja memiliki strategi dan sistem keamanan yang semakin canggih dan efektif.

  • Pasti ada Tim Investigasi untuk menyelidiki setiap klaim dan tingkah laku nasabahnya yang di curigai melakukan kejahatan asuransi.
  • Seleksi calon nasabah yang lebih ketat
  • Perhitungan dan analisa yang ketat untuk setiap pengajuan asuransi calon nasabah.
  • Memiliki jaringan yang kuat dengan instansi-instansi penegak hukum dan lembaga hukum yg pasti mendukung penaggulangan tindak kriminal asuransi

Lalu kenapa masih saja ada kejadian-kejadian tindak kejahatan asuransi selama ini ?

Ya sudah jelas, selama masih ada orang yang punya niat jahat, serakah  ditambah ada kesempatan maka selamanya akan terulang lagi.

Mungkin bisa saja kejahatannya sekali berhasil ,tapi namanya penjahat suatu saat pasti akan tertangkap.

Karena ada pepatah : “sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga…” 

Berminat memiliki asuransi Allianz ?

Dapatkan KONSULTASI dan ILUSTRASI GRATIS bersama saya agen Allianz

Fendy Kurnia Putra, S.E., CPSAK

HP/WA : 082260119289
Email : Fendy.tra@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *