Uncategorized

KENAPA KLAIM ASURANSI DI TOLAK ???

Ada berbagai faktor atau penyebab kenapa klaim asuransi jiwa dan kesehatan nasabah di tolak oleh perusahaan asuransi .

Hal ini tentunya sangat tidak diinginkan oleh kita sebagai nasabah asuransi.

Namun pada kenyataannya hal ini sering terjadi pada nasabah-nasabah asuransi jiwa .

Dan bisa saja terjadi menimpa Anda kalau Anda tidak mengetahui apa saja yang menjadi penyebabnya.

Untuk menghindari hal ini agar tidak terjadi menimpa Anda , tentunya sebagai nasabah asuransi yang baik Anda harus mengetahui apa saja yang menjadi hak dan kewajiban Anda sebagaimana yang telah di cantumkan pada polis asuransi jiwa Anda.

Ini sangat penting ..

Adapun penyebab klaim asuransi jiwa dan kesehatan bisa di tolak adalah karena berbagai faktor  sebagai berikut :

1. Polis Sedang Tidak Aktif (Lapse) 

Tidak hanya tubuh Anda yang harus sehat, polis asuransi Anda-pun harus sehat pula.

Jika polis Anda sehat, maka manfaat akan terus berjalan.

Jika tak sehat, maka polis Anda akan lumpuh & manfaat-pun berhenti.

Untuk mengetahui kesehatan suatu polis, Anda harus mengerti status polis Anda saat ini , Ada 2 status polis yang harus diketahui :

  • POLIS IN FORCE ( AKTIF)

Adalah status di mana polis asuransi masih berlaku, sehat, aktif, dan mengikat secara hukum.

Jika polis Anda berada dalam status ini, anda patut tenang, karena Anda pasti terproteksi.

Polis Anda bisa digunakan untuk mengajukan klaim jika terjadi sesuatu pada Anda sesuai dengan manfaat & ketentuan yang berlaku dalam polis.

Agar status polis selalu aktif maka Anda harus selalu membayar premi tepat waktu

  • POLIS LAPSE ( TIDAK AKTIF )

Ini yang bahaya,

Polis lapse adalah status dimana Polis asuransi Anda sudah tidak aktif .

Perusahaan asuransi contohnya Allianz , berhak menonaktifkan polis bila premi tidak dibayar oleh nasabah setelah melewati masa tenggang yaitu 45 hari sejak tanggal jatuh tempo . Peraturan ini tergantung masing-masing perusahaan asuransi..

Jika polis Anda dalam status ini, maka Anda tidak akan bisa melakukan klaim apapun atau dengan kata lain perusahaan asuransi tidak berkewajiban untuk membayar klaim atas tertanggung.

Agar status polis Anda aktif kembali (IN FORCE) maka Anda harus :

♦Mengajukan pemulihan polis dengan cara membayar premi yang belum lunas

♦ Memberikan data riwayat kesehatan selama dalam status LAPSE (misalnya pernah sakit apa, dirawat dimana, dokternya siapa).

Jika polis dalam pemulihan maka, prosesnya akan mengulang dari awal lagi seperti pada waktu polis terbit/issued bagi Anda yang memiliki riders (manfaat tambahan) tertentu yang mempunyai masa tunggu.

Bila polis asuransi jiwa Anda berbentuk asuransi jiwa Unit link , premi yang Anda bayarkan sebagian akan di kelola oleh manager keuangan perusahaan asuransi di alokasikan ke instrumen investasi seperti pasar saham , obligasi , reksa dana dll. 

Tujuannya adalah agar di dapatkan imbal hasil (keuntungan) , sehingga terbentuklah Nilai Investasi , yang mana Nilai Investasinya ini salah satu fungsinya adalah membayar biaya asuransi tersebut.

Biaya asuransi ini harus terbayarkan agar Polis terus aktif. Saat premi tidak terbayarkan oleh nasabah , maka Nilai Investasi ini akan di potong ( di debet) secara otomatis oleh perusahaan asuransi untuk membayarkan biaya asuransi agar Polis tetap aktif.

Bila Nilai Investasi / Nilai Tunai asuransi tidak cukup menutupi biaya asuransinya , maka Polis akan lapse.

Setidaknya ada 3 penyebab tidak cukupnya Nilai Investasi ini yang bisa membuat Polis menjadi Lapse , yaitu :

1 . Premi tidak lancar pembayarannya 

Bila premi lancar di bayarkan , Nilai Investasinya biasanya akan  ikut berkembang seiring berjalannya waktu sesuai kinerja investasinya. Sebaliknya bila sering macet pembayarnnya , otomatis Nilai Investasinya pun tidak akan berkembang dengan baik apalagi di barengi bila kinerja investasinya saat itu juga sedang anjlok.

2 . Kinerja investasi tidak baik 

Pada asuransi unit link , perkembangan Nilai Investasi Untuk solusinya , ada baiknya melakukan top up di waktu tertentu saat kinerja investasi sedang buruk.

3 . Nilai Investasi / Nilai Tunainya dicairkan sampai saldonya habis.

Pastikan Anda tidak mencairkan Nilai Investasinya sampai saldonya habis, kecuali sewaktu sedang dalam keadaan benar-benar terdesak.

2. Klaim Tidak Tercakup Dalam Klausul

Misalnya, dalam polis tertera bahwa stroke merupakan serangan serebral-vaskular, bersifat neurologis permanen dalam waktu lebih dari 24 jam.

Meskipun dokter mendiagnosis pemegang polis terkena stroke namun masih kurang dari 24 jam, klaim asuransi tidak dapat diajukan karena pasti akan ditolak.

3. Dokumen Tidak Lengkap

Setiap perusahaan asuransi pastinya akan menuntut syarat-syarat dalam proses klaim termasuk perlengkapan dokumen-dokumen yang harus Anda siapkan agar klaim Anda dapat di setujui.

Apabila ada dokumen yang tidak ada maka kemungkinan besar klaim Anda akan di tolak.

4. Pengajuan Klaim Melebihi Waktu Yang Telah Ditentukan

Setiap klaim dari nasabah asuransi ada waktu yang telah di tentukan (deadline) oleh perusahaan asuransi yang harus di taati oleh si nasabah dalam proses pengurusannya, misalnya maksimal 30-60 hari sesuai ketentuan masing-masing perusahaan asuransi.  

 5. Pemegang Polis Melanggar Hukum 

Artinya si pemegang polis / tertanggung melakukan kejahatan yang melanggar hukum .

Misalnya melakukan perampokan kemudian tertangkap massa lalu di keroyok sampai meninggal dunia maka klaim nya akan di tolak. 

Atau misalnya nasabah meninggal karena kecelakaan mobil atau motor ,bisa saja klaimnya di tolak kalau :

~ Melanggar rambu lalu lintas , menerobos palang lintasan kereta api  

~ Tidak punya SIM atau SIM nya sudah tidak berlaku saat mengendarai mobil / motor dan terjadi kecelakaan 

~ Mabuk karena alkohol atau narkoba saat mengendarai mobil saat terjadi kecelakaan.

6. Melakukan Kejahatan Asuransi

Maksud kejahatan asuransi adalah tindakan kebohongan atau kecurangan asuransi (insurance fraud) yang dilakukan secara sengaja oleh pemilik polis atau ahli warisnya agar klaim asuransi dibayarkan.

Contoh :

Seorang pemilik polis asuransi bisa saja melukai dirinya, membakar rumah sendiri, atau dengan sengaja menyebabkan kecelakaan untuk mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi.

Apabila hal ini di ketahui maka Pihak asuransi secara otomatis akan menolak klaim bila setelah penyelidikan diketahui bahwa tindakan tersebut disengaja.

Hal yang sama juga berlaku bila ahli waris melakukan kejahatan terhadap pemilik polis agar mendapatkan klaim dari asuransi.

7. Penyakit Telah Ada Sebelum Polis Asuransi Dibeli

Artinya Pemilik polis akan ditolak klaimnya bila Anda menyembunyikan penyakit yang pernah di idap saat membeli asuransi.

Walaupun masa tunggu telah dilewati, jika terbukti penyakit yang timbul sebenarnya sudah dialami sejak sebelum pembelian asuransi, pihak perusahaan asuransi berhak menolak klaimnya.

Jadi, pastikan Anda  masih dalam keadaan sehat ketika membeli asuransi jiwa dan kesehatan dan tidak berbohong / memberikan keterangan palsu soal kesehatan Anda saat interview dengan agen asuransi.

Lebih baik Anda jujur dari pada berbohong lalu di kemudian hari saat klaim malah di tolak , Anda akan rugi sendiri dan akan kecewa tentunya.

8Berada Pada Masa Tunggu (Waiting Period)

Artinya nasabah tidak bisa melakukan klaim apabila kondisi nasabah saat melakukan klaim masih dalam masa tunggu .

Lamanya masa tunggu ini tergantung pada ketentuan masing-masing perusahaan.

Contoh misalnya masa tunggu untuk penyakit kritis di Allianz adalah 90 hari sejak Polis aktif.

Artinya si nasabah tidak bisa melakukan klaim atas penyakit kritisnya tersebut selama masih dalam periode masa tunggu tsb.  

9. Klaim Yang Di ajukan Termasuk Dalam Pengecualian

Dalam asuransi jiwa dan kesehatan, hal pengecualian ini di antaranya :

♦ Meninggal dunia karena hukuman pengadilan,

♦ Melakukan kejahatan melangar hukum 

♦ Gugur dalam peperangan atau

♦ Olah raga berbahaya yang mengancam jiwa seperti balap mobil,balap motor,terbang layang dan sejenisnya

10. Lokasi Kejadian Tidak Termasuk Dalam Wilayah Layanan Asuransi 

Dalam Polis asuransi pastinya ada klausul mengenai wilayah ke dalam kesepakatan.

Klaim hanya dilayani bila kejadian terjadi di wilayah tertentu yg sudah di tetapkan saja.

Bila seseorang mengasuransikan jiwanya di Indonesia dan polis menyatakan klaim hanya bisa diajukan bila ia meninggal di Indonesia.

Klaim akan ditolak bila dia berobat ke luar negeri dan meninggal di sana.

Jadi ,

Apa yang harus di lakukan nasabah asuransi agar asuransinya tidak akan mengecewakan nya ?

PERHATIAN !!!

Jadi sebagai nasabah asuransi di asuransi manapun seseorang harus mengetahui apa saja klausul / pasal-pasal yang sudah di tetapkan oleh perusahaan asuransi jiwa agar dia terhindar dari penolakan klaim nya.

Walaupun melelahkan Polis asuransi wajib di baca secara mendetil isi klausul-klausulnya !!!

Dapatkan KONSULTASI GRATIS bersama saya agen Allianz 

Fendy Kurnia Putra, S.E., CPSAK

HP/WA : 082260119289
Email : Fendy.tra@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *